Sinopsis Film | Loetoeng Kasaroeng (1926)

Sinopsis Film Loetoeng Kasaroeng (1926)

Detail Film

Genre : Fiksi, Fantasi
Rilis : 31 Desember 1926 (Bandung)
Negara : Indonesia
Rating :
Durasi : 1 Jam
Site :

IMDb: 7.8/10 | Alchetron: 8/10

Review

Menelusuri Jejak Perfilman Indonesia

Pangkal Era Film Indonsia: “Darah dan Doa” atau “Loetoeng Kasaroeng”?

Berawal dari buku berjudul “Bintang Kehidupan Nike Ardila: Sebuah Cerita“, karya penulis Arif Hafidz yang terbit pada Februari 2013. Buku ini menceritakan tentang asal muasal seorang bintang, seorang penyanyi dengan penggemarnya yang terus bermunculan meskipun ia telah tiada, Nike Ardila. Di buku tersebut menggambarkan bahwa Nike, dengan nama lengkap Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi, mempunyai cita-cita luhur sebagai seorang publik figur. Namun bukan itu saja, di buku itu menceritakan tentang, bahwa Nike disimpulkan, merupakan generasi ketiga alias buyut dari pasangan bintang film pertama Indonesia? Siapakah pasangan artis itu?

Pada tahun 1950, sebuah film karya sutradara Usmar Ismail berjudul Darah dan Doa dibuat. Film tersebut diklaim sebagai pangkal perfilman di Indonesia. Sehingga, beliau pun dianggap sebagai pelopor perfilman tanah air. Sebanyak 23 film telah dibuat di bawah arahan sutradara kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat ini. Meskipun itu bukan film pertama – Harta Karun (1949), Tjitra (1949) – sejarah mencatat bahwa hari pertama syuting film Darah dan Doa (1950), yakni pada 30 Maret, dijadikanlah sebagai Hari Film Nasional.

Namun, jauh sebelum film tersebut dibuat pada tahun 1950 atau bahkan untuk film pertama arahan sutradara Usmar Ismail yakni Harta Karun di tahun 1949, industri perfilman sudah muncul di bumi pertiwi ini. Di era tahun ’20-an, kala film hitam putih nan bisu sudah menjadi komoditas hiburan di kota-kota besar tanah air.

Indonesia pun belum lahir, tepatnya di tahun 1926, sebuah film untuk pertama kalinya telah dibuat dan menjadikan film pertama yang dirilis secara komersial dengan melibatkan aktor dan aktris Indonesia, Martoana dan Oemoeh. Film ini berjudul Loetoeng Kasaroeng, arahan duet sutradara berkebangsaan Belanda, L. Heuveldorp dan G. Kruger yang bergenre film fiksi yang berdasarkan cerita rakyat pasundan, yang berarti “Loetoeng Yang Tersesat.” Selain Loetoeng Kasaroeng, film arahan sutradara L. Heuveldorp lainnya adalah Eulis Atjih, Lily van Java (1928), Njai Dasima (1929), The Long March (1950), dan Dasima (1940).

Sinopsis

Film Loetoeng Kasaroeng menceritakan tentang kisah seorang gadis bernama Purbasari (Oemar) yang menjalin asmara dengan Guruminda (Martoana).

Purbararang dan Purbasari adalah saudara kakak adik. Namun sang kakak sangat iri pada adiknya, Purbasari, karena telah dispesialkan oleh ayahandanya, Prabu Tapak Agung, yang telah menurunkan tahtanya kepada Purbasari. Ketika Purbararang mengajak berkompetisi dengan Purbasari, ia kewalahan karena si lutung adalah seorang pria tampan titisan dari khayangan yang dikutuk, lebih tampan dari pada tunangannya, Indrajaya.

* * * * * *

Dan, dikehidupan nyatanya pun, mereka yang berperan sebagai Purbasari dan si Lutung yang dikutuk tersebut benar-benar menikah. Dari hasil pernikahan inilah, kemudian lahir cikal bakal Nike Ardila. Nike adalah generasi ketiga dari pasangan bintang film pertama Indonesia, Oemar dan Martoana, dari ibunya yang bernama Nining Ningsihrat.

Film Loetoeng Kasaroeng, di zamannya terbilang sukses setelah diputar perdana pada 31 Desember 1926 di bioskop Oriental, bioskop Majestic dan bioskop Elita, Bandung. Dengan kesuksesan ini, dan esensi sejarahnya, film ini pun di-remake sebanyak 2 kali, di tahun 1952 dengan arahan sutradara ET Effendi, dan tahun 1983 disutradarai oleh BZ Kadaryono.

Cast & Crew

Sutradara : L. Heuveldorp, G. Kruger
Produksi : NV Java Film Company
Bahasa : Bisu
Pemain : Martoana (Guruminda), Oemar (Purbasari)

Video

Berikut ini adalah video youtube yang tema isinya mengenai Sejarah Perfilman Indonesia. Selamat menikmati..

Save

Tags: download film Loetoeng Kasaroeng (1926), Loetoeng Kasaroeng
Sinopsis Film | Loetoeng Kasaroeng (1926) | admin | 4.5